BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »
Showing posts with label Usman awang. Show all posts
Showing posts with label Usman awang. Show all posts

Tuesday, March 2, 2010

Mahkota Cinta

Ladang kita air mengalir di segala liku
tanaman subur menghijau dan rumput-rumput baldu
ia datang matanya bintang suaranya lagu
membawa khabar mesra salam dari ibu

Kucintai tanah ini kerana kami di sini
rumah kecil tapi telah didirikan oleh lelaki
teguh dan keramat seperti gunung besi
ladang tercinta, kubenam hati di sini

Tumbuh segala kasih berbuah berbunga
ladang comel sekarang milik kita bersama
akan lahir manusia baru sudah bernama
setia, putera kasih mewarisi mahkota cinta!

Usman Awang
1966

( Dipetik dari Antologi Puisi Bintang Mengerdip, DBP )

Sunday, June 21, 2009

Gadis Dan Ayat Suci

Suara yang manis dalam bisik daun-daun
Beralun lagu Tuhan di sayap angin malam
Redup menyusup di bawah langit bertirai sepi
Gadis tetangga (simpatiku pada matanya yang buta)
Dari sinar hatinya membaca ayat-ayat suci

Awan-awan berderetan dalam arakan sejarahnya
Di mana lagu dan suara menjangkau pula
Semakin tinggi, meninggi tak tercapai mata
Disaputnya langit di atas awan berarak
Gema merdu meresap mengocak ke bintang terserak

Lalu melayah menurun mengusap puncak gunung
Melayang manis mencapai bukit-bukit gundul
Menurun lagi merendah mencecah hujung pucuk-pucuk
Dari ranum dalam kembang-kembang segar senyum
Ah, merendah pula ia meratai bumi Tanahair

Semakin malam lagu Tuhan dari bibir syurga
(Gadis buta melanjutkan khatam bulan puasa)
Membawa para malaikat menjengah dada manusia
Hidup yang damai dari keyakinan dan cinta
Berdetiklah di hati, meski manusia paling ganas sekali

Suara yang manis dalam bisik daun-daun
Gadis cacat dan ayat suci beralun
Meski tidak melihat, malah itulah pula
Kesuciannnya syurga hidup perdamaian manusia
Berdetiklah di hati, meski manusia paling ganas sekali


(Usman Awang)